Kisah Ibu Siti Badiah dan Diqri, Salah Satu Pasien Bibir Sumbing

Tanggal : 07 November 2019
Penulis : Gemintang Kejora Mallarangeng

“Ngga punya uang... boro – boro buat ngoprasiin ya, buat makan sehari – hari aja masih kurang”

Ini adalah kisah Siti Badriah dan Diqri – salah satu pasien bibir sumbing.

Kurang lebih lima tahun yang lalu, anak laki-laki Siti Badiah bernama Diqri terlahir dengan bibir sumbing. Ibunda Diqri begitu sedih saat melihat kondisi anaknya, ia takut Diqri tidak akan memiliki masa kecil yang normal. Beberapa tahun kemudian, anak – anak lain mulai mengolok – olok Diqri. Walaupun Diqri masih terlalu kecil untuk mengerti, namun ibundanya terus menangis setiap melihat perilaku orang lain terhadap anaknya.

Ia sangat ingin anaknya mendapatkan perawatan medis, namun biayanya terlalu mahal. Siti Badiah adalah seorang ibu rumah tangga dan suaminya hanyalah seorang kuli bangunan. Uang yang mereka hasilkan tidak akan cukup untuk membiayai operasi Diqri. “Sedih, ya tapi ngga bisa apa – apa. Cuman nangis terus.” ujar Siti. 

Terlepas dari cobaan dan tangisan yang dilalui, Siti Badiah terus berharap. Tak lama, doa Siti mendapatkan jawaban. Ia mendengar bahwa diadakan pemberian operasi gratis oleh BRIMOB bersama dengan AO Care, Smile Train, YPP, INDOSIAR, dan SCTV. Ia bergegas untuk mendaftarkan anaknya dan pada akhirnya Diqri mendapatkan operasi yang ia butuhkan.

Siti Badiah tersenyum lebar, tertawa, dan penuh rasa syukur. “Senang Alhamdulillah ada yang ngasih operasi gratis kaya gini. Sekarang udah dioperasi, udah sehat, udah sembuh... Terimakasih Alpha Omega dan Smile Train”, kata Siti.

Cerita Siti merupakan salah satu dari banyaknya contoh bagaimana bantuan kecil dari seseorang berarti besar untuk orang lain. Yayasan Karya Alpha Omega ingin mengucapkan terimakasih untuk BRIMOB, YPP, Smile Train, INDOSIAR, SCTV, serta seluruh mitra yang terlibat dalam membantu Siti Badiah dan seluruh pasien lainnya. Mudah-mudahan kisah Siti Badiah akan menginspirasi mereka yang beruntung untuk membantu mereka yang kurang beruntung.